Gejolak MSCI, Kemarahan Pemerintah hingga Mundurnya Bos BEI-OJK
Recha Tiara Dermawan
15 February 2026 07:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gejolak pasar saham domestik bermula setelah MSCI Inc mengumumkan pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia dalam indeksnya pada Rabu (28/1/2026).
Keputusan tersebut diambil usai MSCI menuntaskan konsultasi global terkait penilaian free float dan investability pasar saham Indonesia.
Dalam ringkasan sikapnya, MSCI menyatakan perlunya perbaikan transparansi data kepemilikan saham.
“Atas kondisi tersebut, MSCI menegaskan perlunya data kepemilikan yang lebih granular, transparan, dan dapat diverifikasi, termasuk pemantauan terhadap kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi, guna memperkuat penilaian free float,” tulis MSCI, Rabu (28/1/2026).
Pembekuan itu berlaku efektif segera dan mencakup seluruh perubahan indeks, baik dari proses peninjauan indeks maupun aksi korporasi. MSCI juga membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares, tidak menambahkan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Indexes, serta menahan kenaikan segmen ukuran saham, termasuk perpindahan dari Small Cap ke Standard Index.




























