Logo Bloomberg Technoz

RKAB Nikel Dipangkas, Utilisasi Smelter Bakal Anjlok hingga 30%

Mis Fransiska Dewi
14 February 2026 14:30

Penyadapan bijih nikel di tungku matte di smelter nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan./Bloomberg-Dimas Ardian
Penyadapan bijih nikel di tungku matte di smelter nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) berpandangan utilisasi fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel akan menurun sekitar 25% hingga 30%.

Hal itu terjadi imbas keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas rencana produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) periode 2026.

Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menyatakan industri hilir nikel yakni smelter akan paling terdampak pengetatan RKAB tahun ini lantaran pasokan domestik jauh di bawah kebutuhan umpan bijih nikel yang diperlukan.


“Utilisasi fasilitas pengolahan dan pemurnian di Indonesia efektif menurun sekitar 25%—30%. Hal ini akan terjadi jika tidak ada pasokan impor dari negara lain,” kata Arif saat dihubungi, Sabtu (14/2/2026). 

Kondisi tersebut, kata dia, mengakibatkan produksi nikel lebih rendah dibandingkan dengan target.