Logo Bloomberg Technoz

Diancam Sanksi UE, Pelindo Bantah Tangani Tanker Rusia di Karimun

Redaksi
14 February 2026 12:30

Kapal tanker Eagle S yang ditahan, yang merusak kabel bawah laut di Laut Baltik dan diduga memuat minyak Rusia./Bloomberg-Roni Rekomaa
Kapal tanker Eagle S yang ditahan, yang merusak kabel bawah laut di Laut Baltik dan diduga memuat minyak Rusia./Bloomberg-Roni Rekomaa

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) merespons kabar bahwa Uni Eropa (UE) tengah merancang sanksi terhadap pelabuhan Indonesia yang diduga menangani bongkar muat tanker berisi minyak Rusia di daerah Karimun, Kepulauan Riau.

Dalam kaitan itu, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menegaskan tidak ada pelabuhan yang dikelola perseroan di Karimun yang menangani tanker minyak.

“Kami sudah konfirmasi ke Cabang Karimun, tidak ada tanker minyak yang sandar di dermaga maupun alih muat di perairan yang dilimpahkan atau dioperasikan oleh Pelindo,” ujarnya kepada Bloomberg Technoz, dikutip Sabtu (14/2/2026).


Pun demikian, Arif mengatakan Pelindo tetap melayani jasa penyandaran untuk kapal-kapal tanker yang sandar di terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) milik swasta.

“Pelindo tidak punya akses atas bill of landing dan cargo manifest yang dibawa tanker tersebut,” tegasnya.