Logo Bloomberg Technoz

Bitcoin Masih Minim Sentimen Positif, dalam Sebulan Drop 30%

Redaksi
13 February 2026 13:55

Bitcoin Pulih karena Trader Membeli Saat Harga Turun Setelah Penurunan 50% dari Puncaknya (Bloomberg)
Bitcoin Pulih karena Trader Membeli Saat Harga Turun Setelah Penurunan 50% dari Puncaknya (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bitcoin masih menunjukkan tren pelemahan hingga pertengahan Februari dan sementara menjauh dari level US$66.000. BTC bahkan telah anjlok sekitar 30,5% dibandingkan posisi Januari 2026 lalu.

Perjalanan Bitcoin sepanjang hari ini, Jumat (13/2/2026), ada di antara US$65.990 hingga US$66.028 hingga pukul 13.25 waktu Indonesia. Faktor makro, data tenaga kerja AS, hingga kecenderungan pejabat bank sentral Federal Reserve (The Fed) untuk menahan suku bunga membawa ‘awan’ kelabu di pasar. Para pedagang belum melihat sinyal positif, di sisi lain kepercayaan investor belum pulih sempurna.

Pelemahan Bitcoin diproyeksikan terus berlanjut, yang berakibatkan pada lonjakan kerugian. Data Indeks Pasar Gabungan Bitcoin (BCMI) telah turun ke kisaran 0,2, menimbulkan kekhawatiran baru tentang kelemahan struktural yang lebih dalam, dilaporkan Coinpaper, Jumat.


BCMI terbaru menjadi indikator kondisi bahwa penurunan saat ini mungkin lebih dari sekadar koreksi rutin. Data sebelumnya bahkan Bitcoin terseret hingga berada di 50% dari posisi terbaik (all time high/ATH) bulan Oktober 2025.

Data Coinglass menyebut kripto tetap berada di zona bearish. Didorong oleh sentimen yang pesimis, valuasi aset digital telah turun sekitar US$125 miliar sejak awal pekan, dilaporkan CryptoPotato. Sedangkan, terdapat 38.000 kontrak opsi Bitcoin bernilai US$2,5 miliar segera kadaluwarsa pada hari ini, Jumat, waktu AS.