Logo Bloomberg Technoz

Toko Tiffany & Co Disegel, Purbaya Curiga Kongkalikong Oknum DJBC

Pramesti Regita Cindy
14 February 2026 08:00

Pengunjung melintas di dekat toko perhiasan Tiffany & Co yang tutup di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Pengunjung melintas di dekat toko perhiasan Tiffany & Co yang tutup di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencurigai adanya praktik kongkalikong antara pelaku usaha dengan oknum aparat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), menyusul penyegelan  tiga toko perhiasan mewah Tiffany & Co di Jakarta pada Rabu (11/2/2026) akibat dugaan impor ilegal. 

Meski demikian, Purbaya mengakui indikasi tersebut masih akan didalaminya lebih jauh.

"Sepertinya ada [kongkalikong], nanti kita lihat siapa yang terlibat itu kan yang lama-lama kan. Ini kan pejabat-pejabat baru saya taruh setelah saya puter-puter yang baik," kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta (13/2/2026). 


Dia menegaskan penyegelan gerai Tiffany & Co. tersebut dilakukan usai petugas DJBC Kanwil Jakarta menemukan barang impor yang tidak dilengkapi dokumen perdagangan yang semestinya, di mana sebagian barang bahkan diduga masuk tanpa pembayaran kewajiban sama sekali.

Pengunjung melihat toko perhiasan Tiffany & Co yang tutup karena disegel di Pacific Place, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Menurut Purbaya, praktik tersebut membuat penerimaan negara dari bea masuk dan pajak berkurang. Dia menyebut sebagian pelaku hanya membayar separuh kewajiban, sementara lainnya menurunkan nilai impor untuk menghindari pungutan.