RKAB Nikel-Batu Bara Ditebas: Kontrak Jual dan Investasi Melayang
Redaksi
12 February 2026 14:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pertambangan Indonesia atau Indonesia Mining Association (API-IMA) menjabarkan dampak berjenjang dari keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas rencana produksi nikel dan batu bara periode 2026.
Menurut Direktur Eksekutif IMA Sari Esayanti, penurunan kuota produksi nikel dan batu bara secara signifikan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 bakal berpengaruh pada perencanaan jangka panjang perusahaan tambang.
“Termasuk keputusan investasi, pengelolaan operasional, serta komitmen kontrak penjualan yang telah disusun dengan mempertimbangkan dinamika pasar global,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).
Tidak hanya itu, Sari memperingatkan bahwa penurunan produksi secara drastis akan berimbas secara sosial dan ekonomi, termasuk penyerapan tenaga kerja dan penerimaan daerah di wilayah basis-basis pertambangan.
Sekadar catatan, pemerintah berencana memangkas kuota produksi batu bara nasional menjadi hanya 600 juta ton tahun ini, anjlok 190 juta ton dari realisasi tahun lalu yang menembus 790 juta ton.






























