Logo Bloomberg Technoz

Airlangga: Demutualisasi BEI Bertahap, Private Placement Baru IPO

Artha Adventy
14 February 2026 13:15

Pidato Airlangga Hartarto di Indonesia Economic Outlook 2026, Jakarta, 13 Februari 2026 (YouTube Sekretariat Presiden)
Pidato Airlangga Hartarto di Indonesia Economic Outlook 2026, Jakarta, 13 Februari 2026 (YouTube Sekretariat Presiden)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah mendorong proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan secara bertahap, dimulai dari skema private placement sebelum melangkah ke penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan arahan tersebut merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto agar proses demutualisasi dijalankan secara terukur dan tidak dilakukan sekaligus.

Menurut Airlangga, tahapan pertama yang disiapkan adalah private placement, baru kemudian opsi untuk melaksanakan IPO.


“Jadi [demutualisasi dilakukan] bertahap mulai dengan private placement dan yang kedua opsi untuk IPO. Ya biasanya kan bertahap, sesudah private placement baru IPO,” kata Airlangga saat konferensi pers Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).

Demutualisasi BEI sendiri telah lama menjadi wacana dalam rangka memperkuat tata kelola. Dengan skema tersebut, kepemilikan bursa ke depan berpotensi lebih terbuka sebelum akhirnya sahamnya ditawarkan ke publik melalui IPO.