Logo Bloomberg Technoz

Perminas Akan Garap Tambang LTJ di Mamuju, BIM Riset Teknologinya

Azura Yumna Ramadani Purnama
10 February 2026 12:00

Area tambang logam tanah jarang milik MP Materials Corp. Tambang Mountain Pass di Mountain Pass, California. (Joe Buglewicz/Bloomberg)
Area tambang logam tanah jarang milik MP Materials Corp. Tambang Mountain Pass di Mountain Pass, California. (Joe Buglewicz/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Badan Industri Mineral (BIM) menyatakan BUMN Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) bakal mengelola tambang logam tanah jarang (LTJ) di Mamuju, Sulawesi Barat.

Saat ini BIM sedang menyiapkan penelitian ihwal potensi LTJ di tambang tersebut, untuk nantinya diberikan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Perminas sebagai bahan pertimbangan ketika menggarap tambang LTJ tersebut.

“Dalam waktu dekat akan segera kita lakukan yaitu pilot teknologi hilirisasi rare earth yang ada di Mamuju. Jadi dalam tahap penelitian ini kita akan membangun dua industri downstreaming sebagai pilot untuk konteksnya riset,” kata Kepala BIM Brian Yuliarto, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi XII DPR, dikutip Selasa (10/2/2026).


“Sambil menunggu proses administrasi dan juga rekomendasi yang sudah kami sampaikan kepada Kementerian ESDM untuk keluarnya IUP yang kami merekomendasikan diberikan kepada Perminas,” tegasnya.

Pekerja menangani sampel tanah di proyek eksplorasi tanah jarang Meteoric Resources di Caldas Novas, Brasil./Bloomberg-Victor Moriyama

Dia menjelaskan Perminas bakal membangun dua fasilitas hilirisasi atau downstreaming sebagai proyek percontohan pengolahan LTJ. Akan tetapi, dia tak menjelaskan lebih lanjut proyek yang bakal digarap Perminas tersebut.