Logo Bloomberg Technoz

RI Diramal Kuasai 5% Pasar Tanah Jarang Senilai Rp124 T pada 2030

Azura Yumna Ramadani Purnama
10 February 2026 09:50

Sampel tanah di proyek eksplorasi tanah jarang Meteoric Resources di Caldas Novas,Brasil./Bloomberg-Victor Moriyama
Sampel tanah di proyek eksplorasi tanah jarang Meteoric Resources di Caldas Novas,Brasil./Bloomberg-Victor Moriyama

Bloomberg Technoz, Jakarta – Badan Industri Mineral (BIM) meyakini Indonesia dapat menguasai sekitar 5% pangsa pasar logam tanah jarang (LTJ) dunia pada 2030 senilai US$7,42 miliar atau Rp124,7 triliun (asumsi kurs Rp16.805/US$).

Adapun, keseluruhan nilai pasar dari pengembangan dan hilirisasi LTJ pada 2030 ditaksir mencapai US$95 miliar.

Kepala BIM Brian Yuliarto menjelaskan Indonesia diprediksi dapat mengembangkan hilirisasi LTJ pada 2030 hingga memiliki nilai US$4 miliar, kemudian Indonesia mendapatkan tambahan nilai hilir dari LTJ yang terkandung dalam sejumlah mineral ikutan sejumlah US$3,42 miliar.


Khusus untuk pengembangan produk turunan LTJ berupa total rare earth oxide (TREO), Indonesia diprediksi Indonesia mendulang US$340 juta. Kemudian, nilai tersebut berpotensi naik menjadi US$640 juta ketika diolah lebih lanjut menjadi separated oxide.

Cadangan logam tanah jarang terbesar di dunia. (S&P Global)

"Hingga akhirnya Indonesia berpotensi menguasai sekitar 5% pasr LTJ senilai US$4 miliar pada tahap hilirisasi lanjutan,"  kata Brian dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi XII DPR, dikutip Selasa (10/2/2026).