Diplomasi AS-Iran Buntu, Risiko Serangan Udara Menguat
News
11 February 2026 12:10

Magdalena Del Valle - Bloomberg News
Bloomberg, Amerika Serikat (AS) dan Iran sama-sama melontarkan nada positif terkait dimulainya pembicaraan diplomatik. Meski demikian, para analis tetap skeptis bahwa keterlibatan ini akan cukup kuat untuk mencegah serangan udara AS di masa depan.
Hingga saat ini, linimasa dan poin-poin negosiasi masih belum jelas setelah putaran pertama pembicaraan pada Jumat lalu. Donald Trump menyebut pertemuan tersebut "sangat baik", sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian memujinya sebagai "langkah maju". Namun, perkembangan setelah diskusi tersebut justru mempertegas ketegangan yang masih membara di antara kedua belah pihak.
Sepanjang akhir pekan, Iran melanjutkan tindakan kerasnya terhadap para aktivis. Hal ini berisiko memicu kemarahan Trump, yang sebelumnya sempat menahan serangan udara karena jaminan Teheran untuk menghentikan eksekusi terhadap pengunjuk rasa. Pada Senin, AS juga memperingatkan kapal-kapalnya untuk menjauhi perairan Iran—sebuah langkah yang mengguncang pasar minyak dan membangkitkan kembali prospek konflik bersenjata.
Para analis melihat hampir tidak ada peluang untuk kesepakatan yang serius mengingat Iran hanya ingin membatasi negosiasi pada program nuklirnya. Di sisi lain, AS menuntut Iran untuk menyerahkan program rudal balistik, menghentikan dukungan terhadap kelompok militer regional, dan mengakhiri penindasan terhadap pengunjuk rasa.































