Logo Bloomberg Technoz

RKAB Dipangkas, Industri Jasa Tambang Tunda Investasi Alat Berat

Azura Yumna Ramadani Purnama
11 February 2026 11:40

Pekerja PT United Tractors memeriksa wheel-well dump truck di Jakarta, Indonesia, Rabu (30/5/2023). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Pekerja PT United Tractors memeriksa wheel-well dump truck di Jakarta, Indonesia, Rabu (30/5/2023). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) memprediksi terjadinya penundaan pembelian alat berat oleh perusahaan jasa pertambangan gegara pemerintah memangkas target produksi komoditas mineral dan batu bara (minerba) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Ketua Bidang Hubungan Industri Perhapi Ardhi Ishak Koesen menyatakan perusahaan jasa pertambangan setiap akhir tahun umumnya sudah menyiapkan rencana ekspansi, termasuk menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) yang salah satunya dialokasikan untuk pembelian alat berat.

Ardhi, yang juga Promotion and Government Relation Head PT Pamapersada Nusantara (PAMA), memprediksi turunnya produksi batu bara hingga mineral lainnya di RKAB 2026 bakal merembet terhadap operasional usaha jasa pertambangan.


Nah kalau kondisinya seperti ini, pasti direm capex-nya. Sejauh apa dampaknya, kita enggak tahu. Jadi pasti akan terjadi penurunan pemesanan alat berat terhadap para distributor alat berat,” kata Ahdi dalam lokakarya Perhapi, dikutip Rabu (11/2/2026).

Pekerja PT United Tractors melihat ke front-end loader di Jakarta, Rabu (30/5/2023). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Dia menjelaskan pemangkasan produksi komoditas tambang yang bakal dilakukan diwaspadai begitu dalam oleh pelaku industri jasa pertambangan. Terlebih, terdapat perusahaan batu bara yang disebut-sebut terkena pemangkasan produksi hingga 80% dari yang diajukan.