Arah Kebijakan Moneter BI Usai Moody’s Pangkas Outlook Utang
Lavinda
07 February 2026 10:00

Bloomberg Technoz, Pontianak - Bank Indonesia memastikan masih akan menjalankan arah kebijakan moneter pada prinsip pro-pertumbuhan atau pro-growth. Kendati demikian, bank sentral tak menutup kemungkinan terhadap perubahan sepanjang hal itu sesuai dengan perkembangan data indikator terkini.
Hal ini disampaikan Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis menanggapi laporan Moody’s Investors Service yang menurunkan prospek atau outlook surat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Alexander mengungkapkan bank sentral melakukan stress test atau evaluasi mengukur ketahanan sistem keuangan. Hasilnya, hampir seluruh variabel menunjukkan bahwa stabilitas sistem keuangan nasional masih terjaga, dengan permodalan yang masih tinggi. Hal ini bahkan dianggap bisa menjadi modal untuk menghadapi volatilitas ekonomi global.
"Kami melakukan stress test. Intinya permodalan kita masih sangat tinggi. Melihat indikator ini, dibanding peer di ASEAN kita masih aman," ujar Alexander dalam acara Editor's Briefing di Pontianak, Jumat (7/2/2026).
Dia menjelaskan bahwa hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) yang masih berada di level 26%, juga alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) yang masih tetap terjaga di level 28%. Jikapun ada variabel yang perlu diperhatikan ialah terkait risiko kredit, namun levelnya masih jauh dari indikator berbahaya.




























