Logo Bloomberg Technoz

Rapuhnya Industri Baja RI: Fasilitas Tua, Tertekan Impor China

Pramesti Regita Cindy
04 February 2026 12:50

Peleburan logam di pabrik baja./dok. Bloomberg
Peleburan logam di pabrik baja./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan sektor konstruksi masih menjadi penyerap baja terbesar di dalam negeri, dengan kontribusi mencapai 77,1% dari total konsumsi baja nasional. 

Kondisi ini membuat industri baja Indonesia sangat bergantung pada pembangunan infrastruktur dan properti sebagai penggerak utama permintaan.

"Struktur konsumsi baja dalam negeri masih didominasi oleh sektor konstruksi, di mana penyerapannya mencapai 77,1% dari total konsumsi baja nasional," kata Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam Raker sekaligus RDP dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026). 


Namun demikian, Faisol menyoroti sejumlah permasalahan struktural yang masih membayangi industri baja nasional. Pertama, masih adanya kesenjangan besar antara konsumsi dan produksi baja dalam negeri yang ditutup oleh impor, terutama dari Tiongkok. 

Kedua, mayoritas produsen baja nasional masih berfokus pada sektor konstruksi, sementara sektor lain seperti otomotif, perkapalan, alat berat, dan peralatan rumah tangga terus berkembang dan membutuhkan baja dengan spesifikasi lebih tinggi.