Krakatau Steel Kembangkan Bisnis Hulu Baja Usai Danantara Injeksi
Artha Adventy
29 January 2026 06:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten BUMN baja PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan memperluas bisnisnya ke segmen hulu industri baja pasca memperoleh dukungan pendanaan dari Danantara sebagai bagian dari proses penyehatan perusahaan.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, pengembangan bisnis hulu tersebut dilakukan untuk membangun integrasi rantai nilai dari sisi upstream hingga downstream. Proyek pengembangan baja di segmen hulu ditargetkan mulai dijalankan tahun ini.
Langkah tersebut dilakukan seiring dengan proses restrukturisasi keuangan dan perbaikan operasional yang tengah berlangsung. Danantara terlibat secara rinci dalam penyehatan Krakatau Steel, mulai dari restrukturisasi utang hingga penurunan biaya operasional.
Dalam proses tersebut, Danantara menetapkan kebijakan bahwa tambahan suntikan modal berbentuk equity injection hanya dapat dilakukan apabila perusahaan telah mencatatkan kontribusi margin positif.
“Kalau kita memberikan equity injection pada saat perusahaannya belum sampai di titik kontribusi margin positif, itu sama saja menggarami laut. Uangnya akan habis untuk operasional,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Selain restrukturisasi keuangan, Danantara turut mendorong Krakatau Steel kembali masuk ke segmen hulu agar memiliki struktur bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Integrasi tersebut diharapkan dapat diselesaikan tahun ini sebagai bagian dari pemulihan kinerja perusahaan.
Sebagai informasi, KRAS memperoleh fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dari Danantara dengan nilai maksimal Rp4,93 triliun demi mendukung restrukturisasi dan penyehatan perusahaan. Untuk mengamankan fasilitas tersebut, KRAS mengagunkan aset senilai Rp13,94 triliun, atau lebih dari 50% dari total kekayaan bersih perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi, penjaminan aset tersebut dilakukan pada 8 Januari 2026 dan berkaitan dengan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham yang ditandatangani pada 19 Desember 2025. Perjanjian tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 23 Desember 2025.
Penjaminan dilakukan melalui sejumlah instrumen hukum, antara lain jaminan fidusia atas persediaan, fidusia atas piutang usaha, gadai rekening, serta hak tanggungan atas aset tertentu. Total nilai aset yang dijaminkan mencapai Rp13,94 triliun.
Dari sisi pendanaan, fasilitas shareholder loan tersebut terdiri atas pinjaman modal kerja sebesar Rp4,18 triliun dengan jangka waktu minimal lima tahun, serta pinjaman sebesar Rp752,8 miliar dengan tenor minimal enam tahun.
Sebagian dana pinjaman digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional perseroan, sementara sisanya dialokasikan untuk pembiayaan program pengunduran diri secara sukarela (golden handshake) serta program penyehatan dana pensiun Krakatau Steel melalui mekanisme lump sum window.





























