Logo Bloomberg Technoz

Bos BI Yakin Rupiah akan Menguat, Ini Penopangnya

Pramesti Regita Cindy
27 January 2026 18:06

Gubernur BI, Perry Warjiyo saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumar (28/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Gubernur BI, Perry Warjiyo saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumar (28/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan stabil dengan kecenderungan menguat di masa mendatang. Hal ini didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diklaim tetap baik.

Hal ini disampaikan Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (27/1/2026).

Berdasarkan data Bank Indonesia, hingga 23 Januari 2026, nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp16.815 per dolar AS atau melemah 0,83% dibanding level akhir Desember 2025.


"Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," ujar Perry.

Selain itu, depresiasi rupiah juga dipengaruhi kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik yang sejalan dengan kegiatan ekonomi.