Hanif menjelaskan sejak audit lingkungan dilakukan, operasional perusahaan sudah dijalankan, sebab auditor independen dan KLH harus menilai langsung operasional perusahaan.
Hanif mengatakan audit lingkungan yang dilakukan bakal menghasilkan salah satu dari tiga kemungkinan; perbaikan perizinan lingkungan, perubahan metodologi, serta pencabutan izin lingkungan.
Dia menyatakan audit lingkungan yang dilakukan terhadap Gag Nikel menghasilkan rekomendasi perbaikan perizinan lingkungan dan nantinya operasional Gag Nikel akan diawasi secara ketat.
“Jadi dia pada posisi yang pertama tadi, memperbaiki persetujuan lingkungannya. Ada skema pengawasan yang lebih intensif,” kata Hanif kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senin (26/1/2026).
Hanif mengungkapkan akan terdapat auditor independen yang mengawasi secara ketat operasional Gag Nikel dan mengevaluasi tata kelola lingkungan Gag Nikel setiap tiga bulan.
“Setiap 3 bulan ada pengawas lingkungan yang independen yang akan melakukan pengawasan. Jadi upaya masif kita lakukan,” ungkap Hanif.
Adapun, Gag Nikel merupakan pemegang kontrak karya (KK) Generasi VII dengan luas wilayah 13.136 hektare (ha) di Pulau Gag yang telah memasuki tahap operasi produksi berdasarkan SK Menteri ESDM No. 430.K/30/DJB/2017, berlaku hingga 30 November 2047.
PT Gag Nikel melaporkan telah memproduksi bijih nikel sebanyak 15,6 juta wet metric ton (wmt) dalam kurun 2018—2024. Perinciannya pada 2018 produksi Gag Nikel mencapai 913.000 wmt atau setahun setelah perusahaan memperoleh izin operasi produksi.
Kemudian, produksi tersebut meningkat menjadi 1,77 juta ton pada 2019, tetapi turun menjadi 1,16 juta ton pada 2020 akibat pandemi Covid-19.
Pada 2021, produksi melonjak hingga menyentuh puncaknya di angka 3 juta wmt. Angka ini sedikit menurun menjadi 2,78 juta wmt pada 2022, sebelum kembali ke level 3 juta wmt dua tahun setelahnya yakni pada 2023 dan 2024.
Penjualan Gag Nikel mencapai hampir 100% dari total produksi, yakni sebesar 15,4 juta wmt pada kurun 2018 hingga 2024.
Berdasarkan data milik Antam per Agustus 2024, Gag Nikel mencatat cadangan bijih nikel mencapai 59 juta wmt. Sementara itu, potensi sumber daya dari tambang di Pulau Gag itu mencapai 318 juta wmt.
(azr/wdh)




























