Logo Bloomberg Technoz

Ekspansi Usaha Masih Mandek, Pengusaha RI Enggan Cairkan Kredit

Sultan Ibnu Affan
21 January 2026 15:33

Pabrik PT NAYUEdi Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/10). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)
Pabrik PT NAYUEdi Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/10). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelaku usaha domestik masih belum berani melakukan ekspansi usaha secara agresif yang tampak dari belum dimafaatkan komitmen pinjaman perbankan yang sudah disepakati. Ini tercermin dari besarnya jumlah fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan), berdasarkan data Bank Indonesia (BI). 

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, nilai fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang tercatat hingga Desember 2025 mencapai Rp2.439 triliun atau 22,12% dari plafon kredit yang tersedia. Jumlah ini cukup besar meskipun ada tren peningkatan permintaan kredit. 

"Pelaku usaha terus perlu didorong untuk ekspansi dengan manfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan tercatat masih cukup besar," kata Perry dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Edisi Januari 2026, Rabu (21/1/2026).


Padahal bank-bank domestik memiliki kapasitas pembiayaan bank ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57% dan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh tinggi sebesar 13,83% (yoy) pada Desember 2025.

Untuk itu,  BI ke depan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk terus memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit perbankan tersebut.