Logo Bloomberg Technoz

ESDM Mau Tekan Rencana Produksi Nikel 2026, Bos Vale Respons

Pramesti Regita Cindy
20 January 2026 11:10

Truk berjalan di sepanjang lintasan tambang nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan./Bloomberg-Dimas Ardian
Truk berjalan di sepanjang lintasan tambang nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) angkat bicara perihal rencana pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memangkas kuota produksi nikel nasional pada 2026.

Direktur Utama Vale Indonesia Bernadus Irmanto menilai upaya yang dilakukan pemerintah tersebut bukan hanya semata-mata memangkas produksi tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah, menurutnya, tengah mewujudkan agar nikel dalam negeri memiliki nilai tambah yang maksimal. 

"Kita melihatnya visinya pemerintah kan sebetulnya bukan semata-mata memangkas produksi nikel, tetapi tujuan besarnya kan adalah bagaimana nikel dari Indonesia itu bisa menghasilkan nilai tambah yang maksimal," kata Bernadus atau akrab disapa Anto ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (19/1/2026). 


"Hal ini kalau dipangkas mungkin ini ya [membuat harga nikel] naik lah," sambungnya.

Oleh karenanya, dia meminta berbagai pihak tidak perlu panik dalam menyikapi hal tersebut, dan justru berharap agar pelaku industri nikel tetap melakukan adaptasi diberbagai kondisi.