Logo Bloomberg Technoz

Vale (INCO) Minta Tambahan Kuota Nikel di RKAB, Cuma Direstui 30%

Pramesti Regita Cindy
19 January 2026 16:00

Pekerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Dok Vale.com)
Pekerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Dok Vale.com)

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) meminta dukungan tambahan kuota produksi bijih nikel (ore) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), meski perusahaan telah memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Utama Vale Bernadus Irmanto mengatakan kuota produksi yang diberikan dalam RKAB saat ini hanya sekitar 30% dari volume yang diajukan.

Angka tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi komitmen pasokan ke sejumlah proyek pengolahan dan pemurnian (smelter) yang tengah dikembangkan Vale bersama mitra strategisnya. Bagaimanapun, dia tidak menyebutkan berapa persisnya volume produksi bijih yang diajukan Vale dalam RKAB 2026 ke Kementerian ESDM.


"Jadi yang kemudian menjadi permohonan dukungan kami adalah terkait dengan kuota penambangan atau produksi ore dari tambang kami di Pomalaa, Bahodopi, dan Soroako," kata Bernadus dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026).

"Saat ini kami sudah memperoleh approval atau persetujuan atau pengesahan RKAB. Namun demikian, kuota yang diberikan kepada Vale sekitar 30% dari apa yang kami minta kemungkinan bisa tidak akan bisa memenuhi komitmen-komitmen kami terhadap pabrik-pabrik yang tadi saya jelaskan di atas," sambungnya.