Logo Bloomberg Technoz

RI Tekan RKAB, Permintaan Nikel Tumbuh 4,5% Berkat Baja Nirkarat

Azura Yumna Ramadani Purnama
20 July 2026 10:30

Bijih nikel diangkut melalui sabuk konveyor saat dibongkar dari kapal pengangkut curah Sansho./Bloomberg-Carla Gottgens
Bijih nikel diangkut melalui sabuk konveyor saat dibongkar dari kapal pengangkut curah Sansho./Bloomberg-Carla Gottgens

Bloomberg Technoz, Jakarta – Permintaan nikel global diprediksi meningkat 4,5% secara tahunan menjadi 3,7 juta ton pada 2026 dari besaran permintaan tahun lalu yang diperkirakan tumbuh 3,7%, ketika Indonesia memangkas produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

BMI, lengan riset dari Fitch Solutions Company, memandang pertumbuhan permintaan nikel dunia tetap kuat meskipun terhadap risiko pasokan gegara Indonesia memangkas kuota produksi bijih nikel.

BMI memprediksi sektor baja nirkarat atau stainless steel bakal menopang pertumbuhan permintaan nikel, tecermin dari produksi baja nirakat meningkat 2,5% secara tahunan pada kuartal I-2026.


“Kami memperkirakan konsumsi nikel global akan meningkat sebesar 4,5% secara tahunan atau year on year menjadi 3,7 juta ton pada 2026, dari estimasi pertumbuhan 3,7% pada 2025, dengan produksi baja tahan karat tetap menjadi penopang utama permintaan,” kata BMI dalam riset terbarunya.

Produksi baja nirkarat dunia sebagai penopang permintaan nikel./dok. BMI

BMI menilai pertumbuhan produksi baja nirkarat terjadi seiring pertumbuhan permintaan di China, kawasan Asia yang lebih luas, dan Amerika Serikat (AS).