Logo Bloomberg Technoz

Harga Nikel Diramal Baru Bisa Rebound ke US$22.000 pada 2032

Azura Yumna Ramadani Purnama
20 July 2026 10:50

Sebuah alat pengangkut (grab bucket) menurunkan bijih nikel dari kapal pengangkut curah Sansho./Bloomberg-Carla Gottgens
Sebuah alat pengangkut (grab bucket) menurunkan bijih nikel dari kapal pengangkut curah Sansho./Bloomberg-Carla Gottgens

Bloomberg Technoz, Jakarta – BMI, lengan riset dari Fitch Solutions Company, memproyeksikan harga logam nikel baru bisa melejit ke level US$22.000/ton pada 2032 atau mencapai level puncak, seiring dengan pasar nikel global yang diprediksi berbalik ke kondisi defisit.

BMI memprediksi pasar nikel dalam jangka panjang bakal mengalami penyempitan surplus pasokan global, yang didorong oleh lonjakan permintaan, pertumbuhan sektor baja nirkarat, dan percepatan transisi energi bersih.

“Kami memperkirakan harga akan mencapai puncaknya di US$22.000 per ton pada 2032 ketika pasar beralih ke kondisi defisit,” tulis BMI dalam riset terbarunya.

Outlook nikel 2030-2035./dok. BMI

BMI memandang permintaan dari sektor energi bersih dan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) memberikan kenaikan yang signifikan bagi permintaan komoditas tersebut, bahkan trennya diprediksi terus menguat dalam beberapa tahun ke depan.

BMI juga mencatat nikel makin banyak digunakan dalam sistem penyimpanan baterai dan komponen turbin angin.