Pelaku pasar masih menimbang kebijakan ekonomi domestik yang tidak sepenuhnya lapang. Ada kekhawatiran terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2026 dan membuat dana asing keluar dari pasar obligasi.
"Investor domestik maupun asing khawatir terhadap independensi bank sentral dalam mengelola stabilitas makroekonomi di tengah tekanan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%," kata Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist, Mega Capital Sekuritas dalam catatannya.
Catatan itu juga menyebut bahwa rupiah hari ini diprediksi bergerak dalam rentang Rp16.950-Rp17.050/US$. Dengan tren bearish yang masih berlanjut pada perdagangan hari ini, Bank Indonesia berpeluang akan melakukan intervensi lebih intens untuk mencegah pelemahan rupiah lebih dalam.
(riset/aji)





























