Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Menguat Tipis, Selaras Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
05 March 2026 09:19

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan hari ini, Kamis (5/3/2026), rupiah dibuka menguat terbatas 0,03% ke Rp16.880/US$ di perdagangan pasar spot. Sedangkan indeks dolar AS melemah 0,07% ke level 98,7. 

Rupiah terapresiasi secara terbatas bersama mata uang Asia lainnya yang bergerak di zona hijau. Yen Jepang yang menguat 0,18% menjadi penopang pergerakan mata uang Asia lainnya pagi ini. 

Pergerakan mata uang Asia pagi ini di pasar spot. Rupiah ikut terkerek dan jadi yang paling bawah. (Bloomberg)

Meski ada penguatan terbatas, pergerakan rupiah hari ini akan dipenuhi oleh kekhawatiran investor terhadap pasar domestik yang semakin diperkuat dengan adanya penurunan outlook oleh Fitch Ratings dari stabil menjadi negatif. 


“Revisi outlook ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan kekhawatiran terhadap melemahnya konsistensi serta kredibilitas bauran kebijakan Indonesia di tengah meningkatnya sentralisasi kewenangan dalam pengambilan kebijakan,” tegas Fitch dalam pernyataan tertulis.

Keputusan Fitch ini sebenarnya mengkonfirmasi kekhawatiran pelaku pasar selama ini. Bulan pertama 2026, defisit fiskal tercatat sebesar Rp54,6 triliun setara dengan 0,21% terhadap PDB.