Logo Bloomberg Technoz

Bisakah Rupiah Tembus Rp17.000/US$ Hari Ini?

Tim Riset Bloomberg Technoz
20 January 2026 07:31

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) kembali ditutup melemah. Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tergerus 0,06% ke Rp16.982/US$ pada pembukaan perdagangan Selasa (20/1/2026).

Tak lama berselang rupiah kembali susut 0,19% ke Rp17.004/US$.

Pergerakan rupiah di pasar offshore NDF pada Selasa pagi (20/1/2026). Tertinggi dalam empat bulan terakhir. (Bloomberg)

Tensi politik di panggung internasional terus berlanjut dan makin memanas dengan perselisihan Greenland. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif terhadap barang-barang Eropa yang masuk ke AS  sebesar 10% pada Februari dan meningkat menjadi 25% pada Juni tahun ini sebagai alat untuk membuat Greenland jatuh ke tangannya. 


Para pemimpin Eropa pada awalnya bermaksud meredam ketegangan tersebut, tetapi kini mereka bersiap untuk membalas. Perselisihan terkait Greenland ini akan memicu perang dagang yang memengaruhi pasokan di pasar global. 

Langkah politik Trump yang cenderung koersif dengan ancaman tarif ini sebenarnya menekan laju dolar AS. Indeks dolar AS sempat susut 0,39% dari 99,436 menjadi 99,006. Namun saat pasar ditutup, indeks dolar kembali menguat ke posisi 99.393.