Logo Bloomberg Technoz

Riset: Kesepakatan Tarif RI–AS Berpotensi Tekan Ekspor Nasional

Sultan Ibnu Affan
06 March 2026 06:20

Imbas Tarif AS
Imbas Tarif AS

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kesepakatan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam skema ART (Agreement Reciprocal Tariff) berpotensi menekan kinerja ekspor nasional sekaligus memicu defisit perdagangan baru terhadap Negeri Paman Sam.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, perkiraan tersebut didasarkan pada hasil analisis yang menggunakan model Global Trade Analysis Project (GTAP).

Kajian tersebut menggunakan perbandingan struktur tarif Indonesia dengan berbagai negara mitra dagang global yang mencakup sekitar 55 wilayah ekonomi dan 48 sektor industri. 


Dalam simulasi tersebut, skenario yang digunakan adalah penerapan tarif rata-rata 19% dengan pengecualian sejumlah komoditas yang mendapat tarif 0%.

“Ekspor riil kita itu turun sekitar 1,58%, kemudian impor kita justru naik menjadi 1,51%. Jadi dengan situasi ini, dari sisi tarif saja kita sudah berpotensi mengalami defisit hampur US$5,66 miliar,” ujar Tauhid di Jakarta, Kamis (6/3/2026).