Logo Bloomberg Technoz

Jejak Saham BEBS, Pernah Digoreng hingga Naik 7.000%

Muhammad Fikri
05 March 2026 09:40

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) tengah menjadi sorotan usai penggeledahan yang dilakukan OJK di kantor Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Dari harga penawaran umum perdana Rp100/saham, melesat ribuan persen hanya dalam waktu singkat, hingga akhirnya terpuruk hingga level terendah, pergerakan BEBS kini berujung pada penyidikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Emiten produsen beton yang berbasis di Subang, Jawa Barat itu resmi melantai di BEI pada 10 Maret 2021. Dalam proses penawaran umum perdana saham (IPO), BEBS menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek.

Di awal perdagangan, pergerakan saham BEBS tidak terlalu mencolok. Namun, situasi berubah dalam periode setelah pencatatan saham. Harga sahamnya mulai bergerak agresif dan menjadi salah satu saham dengan volatilitas tinggi di pasar.


Kurang dari setahun sejak listing, saham BEBS melonjak tajam hingga mencapai puncaknya kisaran Rp7.200/sahampada 7 Februari 2022, atau naik lebih dari 7.000% dari harga IPO. Setelah mencapai level tertinggi tersebut pergerakan saham mulai berbalik arah dan memasuki fase penurunan panjang.

Harga saham BEBS terus merosot hingga akhirnya berada di level sangat rendah dan berujung pada suspensi perdagangan pada 16 Juni 2023.