KNEKS: Keuangan Sosial Syariah Penopang di Tengah Gejolak Iran
Pramesti Regita Cindy
05 March 2026 09:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gejolak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai berpotensi menekan perdagangan dan meningkatkan biaya energi global. Namun di tengah risiko tersebut, sektor keuangan sosial syariah disebut menjadi penopang utama ketahanan ekonomi Indonesia.
Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menilai Indonesia memiliki penyangga atau buffer alami melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.
"Sebenarnya waktu Covid kemarin yang salah satu yang membuat kita itu bisa sedikit survive itu adalah karena masih adanya keuangan sosial ini. Walaupun banyak yang tidak tercatat lho. Karena orang ngasih sedekah, ngasih zakat kan langsung biasanya. Tetangga sebelah, kasih adik kita atau sepupu kita, kasih. Enggak tercatat," kata Emir dalam acara Buka Puasa dan Media Briefing di Kantor Bank Jago, Jakarta, Rabu (4/3/2026) malam.
"Yang tercatat aja sekarang kata Pak Prabowo ketika tahun lalu menunaikan zakatnya, masih Rp40 Triliun tuh resmi Zakat, Infaq, Sedekah dan dana sosial keagamaan lain yang terkumpul. Padahal potensinya apa? Dana ini bisa meng-eliminate extreme poverty. Dengan bukan kemiskinan, tapi kemiskinan ekstrem," sambungnya.
Di sisi lain, Emir mengakui konflik di kawasan Timur Tengah tetap berpotensi berdampak karena negara-negara yang terlibat seperti Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait merupakan pemain utama ekonomi syariah global. Risiko rambatan terutama berasal dari gangguan perdagangan dan kenaikan biaya energi.































