Sinyal perbaikan kinerja PT Timah Tbk sejalan dengan pandangan Danantara dalam Economic Outlook 2026. Danantara menilai pasar telah merespons positif pemulihan kinerja sejumlah BUMN, tecermin dari penguatan harga saham termasuk saham TINS.
Danantara menyebut PT Timah masih memiliki potensi pemulihan nilai.
Pengetatan penegakan hukum melalui penerapan denda besar terhadap penambangan ilegal dinilai memperbaiki tata kelola sektor, menekan kebocoran dan penyelundupan, serta berpotensi mendorong re-rating saham perseroan.
Di pasar saham, pergerakan TINS mencerminkan respons positif investor. Hingga penutupan perdagangan Kamis (15/1/2026), saham TINS berada di level Rp3.870/saham.
Secara akumulasi, saham TINS telah terapresiasi sekitar 24,44% secara year to date dan melonjak sekitar 277,56% dalam enam bulan terakhir. Penguatan harga saham tersebut mendorong kapitalisasi pasar PT Timah Tbk menjadi sekitar Rp28,82 triliun.
Adapun dalam konsensus Bloomberg target harga yang diberikan analis tercatat signifikan. Seluruh analis dalam cakupan Bloomberg memberikan rekomendasi beli, dengan target harga rata-rata 12 bulan di sekitar Rp4.270/saham.
(art/wdh)



























