Citigroup, yang juga tengah menjalani proses transformasi, menutup tahun dengan jumlah karyawan 3.000 orang lebih sedikit dibandingkan akhir 2024. Bloomberg melaporkan pada Senin bahwa bank tersebut akan memangkas sekitar 1.000 pekerjaan lagi pekan ini, dan CEO Jane Fraser memberi sinyal adanya pemotongan tambahan dalam memo kepada karyawan pada Rabu.
Meski demikian, sejumlah bank justru menambah tenaga kerja sepanjang tahun lalu. Goldman Sachs, misalnya, meningkatkan jumlah karyawan sebesar 2% menjadi 47.400 orang, dan menyebut kenaikan biaya kompensasi sebagai pendorong utama lonjakan total biaya sebesar 11%. Morgan Stanley juga mengakhiri tahun dengan sekitar 2.500 karyawan tambahan, meski sempat memangkas sekitar 2.000 orang pada Maret.
“Ada perubahan berkelanjutan dalam hal kebutuhan keahlian, sehingga kami akan meninjau jenis talenta yang dibutuhkan di berbagai kelompok dan divisi,” kata Chief Financial Officer Morgan Stanley, Sharon Yeshaya, dalam wawancara pada Kamis. Terkait kemungkinan pemangkasan ke depan, ia mengatakan saat ini “belum ada yang perlu dibahas.”
JPMorgan, yang telah menambah jumlah karyawan secara agresif dalam lima tahun terakhir, kembali merekrut pegawai pada 2025, meski dengan laju paling lambat sejak awal pandemi.
Sementara itu, Bank of America lebih mengandalkan strategi pengurangan alam. CEO Brian Moynihan mengatakan pada Rabu bahwa ia memperkirakan jumlah karyawan perusahaan akan menurun tahun ini, seraya menambahkan bahwa “kami bisa saja memutuskan untuk tidak merekrut dan membiarkan jumlah karyawan berkurang secara bertahap.”
Setiap kali ada karyawan yang keluar, bank akan menilai kembali apakah posisi tersebut perlu diisi, ujar Chief Financial Officer Alastair Borthwick.
(bbn)






























