Logo Bloomberg Technoz

Pentagon Akui Tak Ada Bukti Iran Berencana Serang AS Duluan

Redaksi
03 March 2026 16:20

Kapal perang Pentagon (Dok: Bloomberg)
Kapal perang Pentagon (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pejabat pemerintahan Donald Trump akhirnya mengakui dalam briefing tertutup dengan staf Kongres pada hari Minggu (1/3), bahwa tidak ada data intelijen yang menunjukkan Iran berencana menyerang pasukan Amerika Serikat (AS) terlebih dahulu. Hal ini diungkapkan oleh dua sumber yang memahami jalannya pertemuan tersebut.

Dalam pengarahan itu, pejabat Pentagon menekankan bahwa rudal balistik dan pasukan proksi Iran di kawasan merupakan "ancaman mendesak" bagi kepentingan AS. Namun, dua sumber yang meminta anonimitas itu mengatakan tetap tidak ada intelijen spesifik mengenai rencana Tehran untuk menyerang pasukan AS lebih dulu, seperti yang diberitakan oleh Reuters.

Pernyataan ini muncul setelah AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran dalam beberapa dekade terakhir pada Sabtu lalu. Operasi militer tersebut dilaporkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menenggelamkan kapal-kapal perang Iran, dan menghantam lebih dari 1.000 target hingga saat ini.


Namun, keterangan di hadapan Kongres pada hari Minggu itu tampak melemahkan salah satu argumen utama perang yang dibangun oleh pejabat senior pemerintah. Sehari sebelumnya, mereka mengatakan kepada wartawan bahwa Trump memutuskan menyerang karena adanya indikator bahwa Iran mungkin akan menyerang pasukan AS di Timur Tengah, "mungkin secara pre-emptif (mendahului)."

"Presiden tidak akan tinggal diam dan membiarkan pasukan Amerika di kawasan menjadi sasaran serangan," ujar salah satu pejabat saat itu.