Laode menegaskan perlu adanya studi lanjutan yang dilakukan Badan Geologi untuk menentukan apakah di wilayah tersebut terdapat potensi cadangan minyak mentah yang melimpah atau tidak.
“Cuma kan itu harus dianalisis lebih lanjut, belum tentu muncul di situ lalu kita menyimpulkan oh di sini banyak, belum tentu seperti itu,” tegas Laode.
Dengan begitu, dia memastikan fenomena penemuan cairan menyerupai minyak di wilayah Madura tersebut bukan merupakan kebocoran pipa milik perusahaan migas, melainkan fenomena alamiah.
Sebelumnya, terdapat sebuah video yang ramai diperbincangkan warganet menunjukan sejumlah masyarakat sedang mengambil cairan berwarna hitam kecoklatan di area pengeboran air tanah.
Keterangan video tersebut mengklaim terdapat minyak mentah yang keluar dari sumur ketika mengebor lapisan tanah sedalam 105 meter.
“Niat bor air, keluar minyak antara bensin dan minyak tanah. Kedalaman 105 meter,” tulis keterangan video tersebut.
Dalam video tersebut terlihat adanya semburan cairan menyerupai minyak dari dalam sumur, warga terlihat berbondong-bondong mengambil cairan tersebut dan menyimpannya dalam wadah seperti galon.
Adapun, pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan disebut-sebut sudah menutup sumur milik warga tersebut.
Pemkab setempat sudah mengambil sampel cairan tersebut untuk dilakukan uji laboratorium di Dinas ESDM Jawa Timur (Jatim).
(azr/wdh)































