Harga Minyak Menanjak Saat AS-Israel Intensifkan Serangan ke Iran
News
03 March 2026 07:30

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia mempertahankan penguatannya seiring langkah Amerika Serikat (AS) dan Israel meningkatkan eskalasi militer terhadap Iran. Di sisi lain, Teheran menebar ancaman akan menutup total Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) stabil di atas level US$71 per barel, setelah melonjak lebih dari 6% pada Senin kemarin, sementara Brent ditutup mendekati US$78. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan melakukan "apa pun yang diperlukan" dalam konflik ini. Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan kepada wartawan bahwa kampanye militer akan semakin diintensifkan.
Mengutip laporan CNN, seorang pejabat senior mengungkapkan bahwa AS tengah bersiap meningkatkan intensitas serangan ke Iran dalam 24 jam ke depan. Putaran pertama serangan dinilai telah berhasil melumpuhkan pertahanan Iran. Fase berikutnya akan difokuskan pada penghancuran pusat produksi rudal, drone, serta kemampuan angkatan laut mereka.
Menanggapi hal tersebut, Ebrahim Jabbari, penasihat komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), memberikan peringatan keras melalui televisi pemerintah. Ia menyatakan bahwa pasukan Iran "akan membakar kapal apa pun yang mencoba melewati" Selat Hormuz.





























