Logo Bloomberg Technoz

OPEC+ Tambah Produksi 206.000 Barel: Tak Cukup Redam Amuk Minyak

Mis Fransiska Dewi
02 March 2026 11:10

Sumur minyak di Rusia./dok. Bloomberg
Sumur minyak di Rusia./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah analis berpandangan komitmen OPEC+ menambah produksi sebanyak 206.000 barel per hari (bph) pada April tidak akan berdampak signifikan dalam meredam anomali harga minyak, imbas serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran dan terganggunya Selat Hormuz.

“Menurut saya dengan peningkatan produksi minyak oleh negara-negara OPEC+, hanya akan jadi sentimen penekan harga minyak dalam jangka pendek saja,” kata Analis yang juga Chief Executive Officer (CEO) Edvisor Provina Visindo Praska Putrantyo saat dihubungi, Senin (2/3/2026).

Akan tetapi, lanjutnya, jika eskalasi Timur Tengah terus berlanjut dan risiko penutupan Selat Hormuz berlangsung lama, peningkatan produksi minyak oleh OPEC+ tidak akan sanggup lagi menekan harga minyak.


“Tentu sepertinya dampak dari peningkatan produksi minyak oleh OPEC+ tidak cukup untuk menekan potensi kenaikan harga minyak,” ujarnya.

Kontribusi produksi minyak anggota OPEC./dok. Bloomberg

Senada, analis komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong menuturkan langkah organisasi negara-negara pengekspor minyak tersebut hanya akan berdampak minim.