Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Bentuk BUMN Tekstil Rp101 T, Ampuh Selamatkan Industri?

Mis Fransiska Dewi
15 January 2026 09:30

Pekerja di pabrik tekstil. Ilustrasi. (Bloomberg-Dimas Ardian)
Pekerja di pabrik tekstil. Ilustrasi. (Bloomberg-Dimas Ardian)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament (APSyFI) menilai rencana pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru khusus sektor tekstil harus diimbangi dengan perbaikan iklim industri tekstil. 

“Untuk menjaga industri tekstil agar tetap survive pembentukan BUMN baru bisa jadi opsi, tapi juga harus dibarengi dengan perbaikan iklim industrinya,” kata Ketua Umum APSyFI Redma Gita Wirawasta saat dihubungi, Kamis (15/1/2026). 

Redma menilai rencana tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap industri tekstil, namun yang terpenting cara implementasinya. Di sisi lain, pemerintah harus mengimbangi wacana tersebut dengan kebijakan perdagangan untuk penciptaan persaingan yang adil. 


Redma mencontohkan pengalaman masa lalu menunjukkan kebijakan tanpa perlindungan pasar yang memadai tidak memberikan dampak signifikan. Dia mencatat, dalam periode 2007 hingga 2016, pemerintah telah mengucurkan sekitar Rp3,5 triliun untuk subsidi bunga restrukturisasi mesin.

“Selama periode tersebut, industri tetap tidak bisa melawan barang impor dumping dan impor ilegal, bahkan ekspor pun stagnan di kisaran US$12miliar–US$13 miliar,” ungkapnya.