Logo Bloomberg Technoz

Tanpa Pengendalian Impor, Apsyfi Pesimis Kapas AS Terserap

Redaksi
01 March 2026 14:30

Ilustrasi sektor padat karya industri tekstil Sritex. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi sektor padat karya industri tekstil Sritex. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (Apsyfi) menyebut bahwa impor kapas dari Amerika Serikat (AS) tak akan bisa terserap sepenuhnya apabila regulasi mengenai pengendalian impor tak ditegakkan.

“Tanpa ada kebijakan pengendalian impor yang betul saya pesimis kita bisa impor kapas lebih banyak” kata Redma Wirawasta, Ketua Umum di Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI), kepada Bloomberg Technoz pekan ini.

Sebagai informasi, Indonesia menyatakan akan mendukung dan memfasilitasi pengaturan komersial untuk mengimpor komoditas pertanian asal Amerika Serikat senilai US$4,5 miliar (Rp75,8 triliun dengan asumsi US$1 sama dengan Rp15.850).


Salah satu poinnya adalah komitmen impor sedikitnya 163.000 ton metrik kapas asal AS per tahun selama lima tahun.

Menurut dia saat ini industri tekstil sudah cukup lemah dengan banyaknya impor pakaian yang membanjiri Indonesia. Bahkan dia bilang bahwa saat ini utilisasi pabrik yang ada di Indonesia hanyalah mencapai 50% saja.