Logo Bloomberg Technoz

Terakit dengan produksi bensin, Bahlil menyatakan proyek RDMP Balikpapan akan menambahkan produksi bensin Tanah Air sekitar 5,8 juta kl.

Dengan begitu, Bahlil mengklaim produksi bensin Tanah Air akan mendekati level 20 juta kl dari sebelumnya sekitar 14 juta kl.

Apabila dibandingkan dengan konsumsi bensin dalam negeri yakni sekitar 40 juta kl, maka sisa impor bensin Indonesia masih terpaut sekitar 20 juta kl.

“Sementara untuk solar, tahun ini alhamdulillah atas perintah Bapak Presiden, maka mulai yang sekarang kita bicara ini, Pak. Tidak ada lagi impor solar untuk insyallah ke depan, karena kebutuhan solar kita totalnya 38 juta, sekarang B40 dan B60 [B50],” ujar dia.

Dia mengklaim RDMP Balikpapan dapat menambah produksi solar dalam negeri hampir 5 juta kl, sehingga nantinya Indonesia diklaim akan mengalami surplus solar cetane number (CN) 48 sebesar 1,4 juta.

Sementara itu, untuk solar berkualitas tinggi atau CN51, Bahlil mengatakan saat ini Indonesia masih mengimpor sebanyak 600.000 kl. Akan tetapi, dia menyatakan akan turut menyetop impor komoditas migas tersebut pada semester II-2026.

“Nanti pada semester ke-2 Pertamina saya minta untuk membangun agar tidak kita impor,” tegas Bahlil.

Fasiligas RDMP di Kilang Balikpapan yang diresmikan Senin (12/1/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Stop Impor Avtur

Di sisi lain, Bahlil mengklaim Indonesia akan menyetop impor avtur mulai 2027 gegara sudah diresmikannya RDMP Balikpapan dan berbagai upaya peningkatan kilang yang akan dilakukan.

Nantinya, dia mengklaim bahwa Indonesia hanya akan mengimpor minyak mentah atau crude dan menyetop impor produk olahan minyak.

“Termasuk avtur Bapak Presiden. Jadi avtur juga 2027 Insya Allah tidak lagi kita melakukan impor. Ke depan kita akan dorong atas perintah Bapak Presiden kita hanya mengimpor crude-nya saja. Kalau ini mampu kita lakukan maka gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis,” tegas dia.

Sekadar informasi, Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin (12/1/2026).

Proyek modifikasi kilang Balikpapan itu menelan investasi mencapai Rp123 triliun. Adapun, proyek itu telah diinisiasi PT Pertamina (Persero) sejak 2016.

“Saya berbahagia, bangga hari ini satu langkah lagi di bidang energi kita menuju kemampuan kita untuk mandiri, untuk berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Prabowo saat peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Prabowo menuturkan peresmian proyek RDMP Balikpapan merupakan momen bersejarah, sebab proyek kilang di Indonesia terakhir kali diresmikan 32 tahun lalu yakni pada 1994.

“Tadi sudah disebut bahwa acara seperti ini pernah dilakukan 1994 berarti 32 tahun yang lalu, cukup bersejarah,” kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo berharap RDMP Balikpapan dapat mengerek kapasitas kemandirian energi Indonesia saat ini. Dia menambahkan Indonesia tidak boleh bergantung impor energi untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar, kita ingin merdeka,” kata Prabowo.

(azr/wdh)

No more pages