Melansir kantor berita semi-resmi Tasnim, juru bicara Kementerian Luar Negeri Teheran, Esmail Baghaei mengatakan komunikasi antara Araghchi dan Steve Witkoff, utusan presiden untuk Timur Tengah, tetap terbuka.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengonfirmasi kepada wartawan pada Senin bahwa seorang pejabat pemerintah Iran telah menghubungi Witkoff "dengan nada yang jauh berbeda dari yang terlihat di depan umum."
Axios melaporkan pada Senin pagi bahwa Araghchi dan Witkoff membahas potensi pertemuan. Laporan, yang mengutip sumber anonim, menggambarkan langkah tersebut sebagai upaya Iran untuk meredakan ketegangan dengan AS atau mencuri waktu sebelum Trump memutuskan apakah akan melakukan operasi militer.
Leavitt juga mengatakan Trump berbicara dengan Elon Musk tentang cara membantu memulihkan komunikasi internet di Iran, yang dibatasi oleh rezim untuk menekan demonstrasi. Trump mengusulkan layanan Starlink Musk sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut dan mengatakan kepada wartawan bahwa ia berencana menelepon miliarder itu untuk membahas hal tersebut.
Demonstrasi di Iran meletus pada 28 Desember setelah nilai mata uang tiba-tiba anjlok. Protes tersebut meluas menjadi tantangan terbesar dan paling brutal terhadap pemerintahan Ayatollah Ali Khamenei dan Republik Islam sejak didirikan setelah revolusi 1979 yang menggulingkan raja pro-AS.
Lebih dari 540 orang tewas dan lebih dari 10.000 ditangkap, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia, yang memantau demonstrasi di 186 kota di 31 provinsi Iran.
Harga minyak melonjak akibat kekhawatiran seputar risiko pasokan Iran. Brent diperdagangkan di kisaran US$63 per barel pada Senin, mendekati level tertinggi dalam sebulan, setelah meroket hampir 6% pada Kamis dan Jumat.
Araghchi mengulangi narasi pemerintah bahwa "perusuh dan teroris" telah membunuh polisi dan warga sipil, serta merusak fasilitas umum menggunakan "kekerasan ala Daesh," merujuk pada akronim Arab untuk Negara Islam.
"Kami memiliki banyak bukti yang menunjukkan campur tangan AS dan Israel dalam perang teroris ini," ujar Araghchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah, menambahkan, "Israel bertanggung jawab langsung, dan juga Amerika melalui pernyataan mereka yang mendorong kekerasan."
Internet dan komunikasi lainnya masih sebagian besar terputus, yang membuat pelacakan skala penuh gerakan tersebut sulit. Araghchi mengatakan akses akan dipulihkan "segera."
Masih belum ada angka resmi korban jiwa warga sipil dari pemerintah. Tasnim melaporkan rincian korban tewas pasukan keamanan pada Minggu, total 121 petugas telah meninggal, termasuk 30 di Isfahan, sedangkan jumlah kematian di Teheran tercatat tidak diketahui.
(bbn)





























