Berlokasi di Riau, Kilang Dumai saat ini memiliki kapasitas pengolahan 170.000 barel per hari, dengan nelson complexity index sebesar 7,6.
Produk kilang yang dihasilkan di antaranya Pertalite, Pertamax, Solar, Pertadex, Avtur, MFO LS hingga Green Coke.
RDMP Balikpapan Rampung
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek RDMP Balikpapan pada Senin (12/1/2026).
Proyek modifikasi kilang Balikpapan itu menelan investasi mencapai Rp123 triliun. Adapun, proyek itu telah diinisiasi PT Pertamina (Persero) sejak 2016 lalu.
Kendati demikian, proyek itu beberapa kali molor dari tenggat yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Saya berbahagia, bangga hari ini satu langkah lagi di bidang energi kita menuju kemampuan kita untuk mandiri, untuk berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Prabowo saat peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Prabowo menuturkan peresmian proyek RDMP Balikpapan merupakan momen bersejarah, sebab proyek kilang di Indonesia terakhir kali diresmikan 32 tahun lalu yakni pada 1994.
Selain itu, Prabowo berharap RDMP Balikpapan dapat mengerek kapasitas kemandirian energi Indonesia saat ini. Dia menambahkan Indonesia tidak boleh bergantung impor energi untuk memenuhi kebutuhan domestik.
“Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar, kita ingin merdeka,” kata Prabowo.
Proyek modifikasi Kilang Balikpapan itu bakal mengerek kapasitas pengolahan saat ini di level 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.
Selain itu, RDMP Balikpapan juga meningkatkan kapasitas produksi LPG ke level 336.000 ton per tahun. Kilang Balikpapan juga dapat memproduksi produk petrokimia propylene dan sulfur.
(azr/naw)



























