Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Minta Gas Blok Masela Murah: Jangan Sampai Di-markup PGN

Azura Yumna Ramadani Purnama
25 February 2026 09:40

Ilustrasi pekerja LNG (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi pekerja LNG (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta harga gas yang diproduksi Inpex Masela Ltd. di proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela untuk pasar domestik dapat lebih kompetitif.

Menurut Purbaya, harga gas pipa Blok Masela dalam rencana pengembangan atau plan of development (POD) yang disetujui adalah US$6,8 per million british thermal unit (MMBtu) sudah cukup kompetitif, tetapi industri berisiko mendapatkan harga gas yang jauh lebih tinggi dari besaran itu.

Dengan begitu, dia meminta agar perusahaan penyedia jaringan gas pipa seperti PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) atau PGN tidak mengambil untung terlalu tinggi dalam menyalurkan gas ke industri.


“Kita beli mahal kan, US$12 [per MMBtu], apa berapa sekarang industri-industri, tekstil, segala macam itu kalau beli gas? Akan tetapi, kalau dikasih PGN, jangan-jangan di-markup lagi, jadi sampai ke pasarnya juga US$12—US$13,” kata Purbaya dalam rapat debottlenecking di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).

“Bisa enggak dicari scheme-scheme yang bagus, sehingga industri dalam negeri bisa menikmati dengan harga yang lebih kompetitif. Itu yang bisa dipikirkan sekarang kan nanti, ya,” ujar Purbaya.