Pakar Sorot RDMP Balikpapan Nyaris Gagal, Diselamatkan Prabowo
Redaksi
12 January 2026 13:59

Bloomberg Technoz, Jakarta - Peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan oleh Prabowo Subianto dinilai menjadi titik balik penting dalam upaya Indonesia melepaskan diri dari ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar.
Pengamat kebijakan publik dan Guru Besar Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah menilai RDMP Balikpapan bukan sekadar proyek infrastruktur energi, melainkan penanda kembalinya peran negara dalam menguasai sektor strategis yang selama bertahun-tahun diwarnai persoalan tata kelola.
Ia mengingatkan bahwa proyek modernisasi kilang yang mulai dibangun sejak 2019 tersebut sempat dililit berbagai masalah, mulai dari pembengkakan biaya, keterlambatan pembayaran, hingga menurunnya kepercayaan mitra internasional. Pada satu fase krusial, kontraktor asing bahkan mempertimbangkan penyelesaian sengketa melalui jalur arbitrase internasional.
“Kondisi itu membuat proyek hampir kehilangan momentum. Padahal sejak awal RDMP Balikpapan dirancang sebagai tulang punggung kemandirian energi nasional,” ujar Trubus, Senin (12/1).
Menurut Trubus, perubahan signifikan terjadi ketika pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo mengambil langkah lebih tegas dalam menata ulang proyek tersebut. Negara tidak hanya melanjutkan pembangunan, tetapi juga memastikan kepastian kebijakan dan komitmen penyelesaian proyek.





























