Logo Bloomberg Technoz

Pakar Sorot RDMP Balikpapan Nyaris Gagal, Diselamatkan Prabowo

Redaksi
12 January 2026 13:59

Presiden Prabowo Subianto singgung bonus atlet di sebuah acara di Banten, Sabtu, 20 Desember 2025. Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto singgung bonus atlet di sebuah acara di Banten, Sabtu, 20 Desember 2025. Youtube Sekretariat Presiden

Bloomberg Technoz, Jakarta - Peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan oleh Prabowo Subianto dinilai menjadi titik balik penting dalam upaya Indonesia melepaskan diri dari ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar.

Pengamat kebijakan publik dan Guru Besar Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah menilai RDMP Balikpapan bukan sekadar proyek infrastruktur energi, melainkan penanda kembalinya peran negara dalam menguasai sektor strategis yang selama bertahun-tahun diwarnai persoalan tata kelola.

Ia mengingatkan bahwa proyek modernisasi kilang yang mulai dibangun sejak 2019 tersebut sempat dililit berbagai masalah, mulai dari pembengkakan biaya, keterlambatan pembayaran, hingga menurunnya kepercayaan mitra internasional. Pada satu fase krusial, kontraktor asing bahkan mempertimbangkan penyelesaian sengketa melalui jalur arbitrase internasional.

Fasiligas RDMP di Kilang Balikpapan yang diresmikan Senin (12/1/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

“Kondisi itu membuat proyek hampir kehilangan momentum. Padahal sejak awal RDMP Balikpapan dirancang sebagai tulang punggung kemandirian energi nasional,” ujar Trubus, Senin (12/1).

Menurut Trubus, perubahan signifikan terjadi ketika pemerintah di bawah kepemimpinan  Prabowo mengambil langkah lebih tegas dalam menata ulang proyek tersebut. Negara tidak hanya melanjutkan pembangunan, tetapi juga memastikan kepastian kebijakan dan komitmen penyelesaian proyek.