Logo Bloomberg Technoz

Bitcoin Anjlok di Bawah US$64 Ribu Usai Serangan ke Iran

News
01 March 2026 08:30

Bitcoin. Dok: Bloomberg
Bitcoin. Dok: Bloomberg

Sidhartha Shukla dan Emily Nicolle – Bloomberg News

Bloomberg, Bitcoin dan mata uang kripto lainnya turun tajam setelah Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran pada Sabtu, (28/2/2026) memicu guncangan pada aset berisiko tinggi.

Bitcoin sempat jatuh hingga 3,8% ke US$63.038 (Rp 1,06 miliar dengan asumsi US$1 sama dengan Rp16.824) sebelum stabil di kisaran US$64.000 (Rp1,07 miliar)pada perdagangan pagi di New York. Ether, token terbesar kedua, merosot hingga 4,5% ke US$1.836 (Rp30,8 juta). Sekitar US$128 miliar (Rp2.153 triliun) nilai pasar aset digital menguap segera setelah kabar tersebut, menurut data CoinGecko.


Sejumlah ledakan besar dilaporkan terjadi di Teheran, tak lama sebelum Presiden AS Donald Trump mendesak rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan setelah kampanye militer berakhir. Hanya beberapa jam setelah operasi dimulai, Iran meluncurkan rudal ke berbagai lokasi termasuk Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain serta mengancam serangan lanjutan terhadap pangkalan yang terkait dengan AS di Irak.

“Meski risiko pecahnya konflik kembali meningkat seiring penumpukan pasukan AS di Teluk, harapan sebelumnya bertumpu pada negosiasi baru, dan aksi militer yang tegas datang lebih cepat dari perkiraan,” kata Susannah Streeter, chief investment strategist di Wealth Club, dalam catatan pada Sabtu. “Kita akan melihat arus dana kembali ke aset yang dianggap safe haven seperti emas, karena investor berupaya melindungi dana mereka di tengah arah konflik yang sangat tidak dapat diprediksi.”