Logo Bloomberg Technoz

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Terancam Tembus US$100

Redaksi
01 March 2026 08:45

Selat Hormuz. (Google Map)
Selat Hormuz. (Google Map)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, yang kemudian mendapatkan balasan perlawanan semakin memperjelas adanya situasi perang terbuka di Timur Tengah, setelah tensi memanas antara negara-negara tersebut beberapa pekan belakangan. 

Bagi ekonomi global, konflik yang terjadi memicu kenaikan harga minyak dunia. Sebab, Iran merupakan produsen minyak yang memproduksi sekitar 5% pasokan minyak mentah dunia. 

Selain itu, sekitar 20% aliran minyak global melewati Selat Hormuz yang berada tepat di halaman rumah Iran. Setiap ancaman penutupan jalur sempit ini segera memicu lonjakan premi risiko di pasar energi. 


Melansir Bloomberg, Jean-Charles Gordon, direktur senior pelacakan kapal di Kpler, perusahaan riset energi, mengatakan bahwa ratusan bahkan ribuan kapal mengalami gangguan navigasi sejak Jumat, ketika Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran. 

“Lintang dan bujur yang mereka terima benar-benar salah,” ujar Gordon, seraya mencatat bahwa data lalu lintas maritim menunjukkan posisi kapal yang tidak normal dan tidak akurat.