Logo Bloomberg Technoz

Pertemuan Prabowo-Trump: Manuver Geopolitik RI di Kekuatan Dunia

Redaksi
23 February 2026 14:51

Prabowo dan Trump Bertemu, Teken Perjanjian Dagang Pekan Ini (Diolah)
Prabowo dan Trump Bertemu, Teken Perjanjian Dagang Pekan Ini (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Donald Trump di Amerika Serikat dalam forum Board of Peace (BoP) tidak sekadar peristiwa diplomatik biasa. Momentum itu terjadi di tengah lanskap global yang cair, penuh ketidakpastian, serta dinamika politik dan hukum domestik Amerika yang berubah cepat.

Pengamat politik Agung Baskoro menilai, dalam situasi seperti itu Indonesia tidak memilih menunggu, melainkan bergerak. Di situlah letak manuver geopolitiknya. Ketika kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap banyak negara dipersoalkan, bahkan dinyatakan melanggar konstitusi oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat, Indonesia dinilai telah lebih dulu mengamankan kesepakatan strategis.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis itu menyebut kecepatan membaca momentum menjadi faktor pembeda. Dalam dunia yang kompetitif, waktu adalah posisi tawar. Ia melihat langkah tersebut sebagai diplomasi yang melampaui pola konvensional.


“Di saat banyak negara masih berhitung dan menunggu, Indonesia memilih bergerak. Inilah yang disebut diplomasi menembus batas. Menembus batas kewajaran negara-negara lain,” katanya dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (22/2).

Kesepakatan tarif 19 persen serta fasilitas tarif nol persen bagi 1.819 produk unggulan Indonesia, lanjutnya, tidak berdiri sendiri. Kebijakan itu merupakan instrumen strategis untuk memperkuat akses pasar dan menjaga stabilitas permintaan ekspor nasional. Dalam konteks geopolitik, penguatan relasi ekonomi dengan Amerika Serikat memberi Indonesia ruang manuver yang lebih luas.