Kenaikan harga emas dunia ikut mengangkat harga emas Antam. Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.510,61/troy ons. Naik 0,72% dari hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam dua pekan terakhir.
Harga emas pun mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Saat ini rekor masih ada di US$ 4.531,5/troy ons yang tercipta pada 26 Desember tahun lalu.
Data ketenagakerjaan terbaru di Amerika Serikat (AS) menjadi penopang kenaikan harga emas dunia. US Bureau of Labor Statistics mengumumkan penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) di Negeri Adidaya pada Desember 2025 adalah 56.000. Angka ini di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan di 60.000.
Data ini menggambarkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih belum solid. Ini bisa menjadi alasan bagi bank sentral Federal Reserve untuk melanjutkan siklus pelonggaran moneter dengan penurunan suku bunga acuan.
Gubernur The Fed Richmond Tom Barkin menilai, data ketenagakerjaan terbaru mencerminkan pertumbuhan yang moderat. Dia menyebut rekrutmen masih akan rendah.
“Tingkat pengangguran naik tahun lalu, dan pertumbuhan lapangan kerja moderat saja,” ujar Barkin, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Berdasarkan dot plot The Fed edisi Desember 2025, sepertinya tahun ini hanya akan terjadi penurunan Federal Funds Rate sebanyak sekali. Namun pasar masih memperkirakan ada pemangkasan dua kali.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
(aji)


























