Logo Bloomberg Technoz

IHSG Melemah, Investor Asing Tetap Borong Saham Rp900 Miliar

Muhammad Julian Fadli
09 January 2026 08:05

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Kamis 8 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari di zona merah jadi melemah 0,22% di posisi 8.925.

Berseberangan jauh dengan melemahnya IHSG, investor asing masih amat gencar melangsungkan beli bersih (net buy) mencapai Rp950,23 miliar pada perdagangan saham seluruh pasar. Senada, pada pasar reguler investor asing net buy Rp543,76 miliar.

Adapun investor asing mencatat net buy terbesar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp188,26 miliar. Ditopang oleh akumulasi beli yang deras, saham BBRI menguat 0,27% hingga melesat di posisi Rp3.710/saham.

Penutupan Saham BBRI pada Kamis 8 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran akumulasi oleh investor asing selama perdagangan Kamis (8/1/2026):

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp188,26 miliar
  2. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp138,63 miliar
  3. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp124,06 miliar
  4. PT Astra International Tbk (ASII) Rp124,06 miliar
  5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp99,18 miliar
  6. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp80,52 miliar
  7. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp75,38 miliar
  8. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp65,57 miliar
  9. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp63,77 miliar
  10. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) Rp45,32 miliar

Sedang pada kesempatan yang sama, investor asing net sell yang masif pada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencapai Rp328,54 miliar. Imbas manuver jual, saham ANTM ambles 9,35% dan ditutup di posisi Rp3.490/saham.

Penutupan Saham ANTM pada Kamis 8 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)