Sepanjang 2025, realisasi PNBP tercatat sebesar Rp513,6 triliun. Meski melebihi atau 104% dari dari target, angkanya turun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang masih Rp584,4 triliun.
Hal lain yang juga menjadi penyebab utama melebarnya defisit tersebut adalah melemahnya harga komoditas sepanjang 2025. Hal itu turut menekan pendapatan negara.
"Kita memang menghadapi tahun yang cukup menantang di 2025. Pendapatan kita cukup menantang, tadi, karena harga komoditas juga turun," tutur dia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya melaporkan realisasi penerimaan negara sepanjang 2025 tercatat hanya Rp2.756 triliun, baru 91,7% dari target yang dipatok sebesar Rp2.865 triliun, dan lebih rendah dari realisasi pendapatan 2024 yang masih Rp2.850 triliun.
Namun, di sisi lain, pemerintah merealisasikan belanja mencapai Rp3.451 triliun. Meski masih 95,3% dari target, namun melonjak dari realisasi 2024 lalu yang masih sebesar Rp3.359 triliun.
"Capaian program prioritas serta tata kelola yang terjaga sehingga di akhir tahun defisit dapat terealisasi pada 2,92% PDB," ujar Purbaya.
(ain)





























