Logo Bloomberg Technoz

IHSG Ditutup Menguat 1,5% Saat APBN Defisit Rp54,6 Triliun

Muhammad Julian Fadli
23 February 2026 18:58

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,5% di posisi 8.396,08 pada Senin (23/2/2026) di tengah-tengah sentimen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 RI yang mencatatkan defisit anggaran per Januari, mencapai Rp54,6 triliun.

Indeks LQ45 juga ikut menguat, dengan terapresiasi 1,49% di level 847,76. Rupiah juga berhasil menguat mencapai 0,47% ke level Rp16.794/US$ pada penutupan perdagangan Senin hari ini.

Berdasarkan Bursa Efek Indonesia, data perdagangan saham memperhitungkan total transaksi sepanjang hari mencapai Rp24,16 triliun, dari sejumlah 49,6 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi yang terjadi sebanyak 3,04 juta kali.

Penutupan IHSG Sesi II pada Senin 23 Februari 2026 (Bloomberg)

Perdagangan saham pagi hingga siang IHSG terus melaju di zona hijau dengan rentang pergerakan pada terjadi pada level 8.327,56 sampai dengan tertingginya menyentuh 8.397,06. Tercatat ada penguatan 468 saham, dan sebanyak 206 saham terjadi pelemahan. Sisanya 142 saham stagnan.

Saham–saham barang baku, saham transportasi, dan saham perindustrian menjadi pendorong laju IHSG hingga terus melesat di zona hijau dengan menguat mencapai 3,31%, 3,08% dan 1,72%.