Risiko Investasi di RI Naik, Minat Lelang Sukuk Turun
Redaksi
25 February 2026 07:07

Bloomberg Technoz, Jakarta - Minat pasar dalam lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias sukuk kemarin, Selasa (24/2/2026), kembali susut di tengah besarnya kebutuhan pembiayaan negara tahun ini.
Total penawaran yang masuk (incoming bids) tercatat turun 19% menjadi Rp35,61 triliun dari lelang sebelumnya menjadi sebesar Rp43,82 triliun. Penyusutan hampir Rp8,2 triliun ini menjadi sinyal yang tak bisa dibaca sebagai fluktuasi penawaran musiman saja. Penurunan permintaan itu bisa jadi mencerminkan perubahan sikap investor terhadap risiko di pasar surat utang domestik.
Penurunan angka incoming bids membuat bid-to-cover ratio agregat lelang kemarin juga turun ke 1,78 kali dari 2,19 pada lelang sebelumnya. Ini dapat mengindikasikan bahwa bantalan permintaan terhadap kebutuhan pembiayaan pemerintah agaknya mulai menyusut. Investor sepertinya masih hadir tapi tak lagi bersedia memberikan ruang likuiditas yang lebih longgar seperti sebelumnya.
Pelemahan permintaan paling tajam datang dari instrumen bertenor pendek. Seri-seri seperti SPNS mencatat bid-to-cover ratio hanya 1,02 kali hingga 1,33 kali, hampir menyentuh ambang batas minimal kelayakan lelang.
Bid-to-cover ratio merupakan indikator yang dipakai untuk mengukur tingkat permintaan investor terhadap surat berharga yang ditawarkan pemerintah. Umumnya, bid-to-cover ratio yang dianggap layak berada di atas 1,0 yang menandakan penawaran surat berharga mendapat permintaan yang cukup dari investor.






























