Logo Bloomberg Technoz

Alasan Defisit Melebar Hampir 3%: Dividen ke Danantara

Sultan Ibnu Affan
08 January 2026 17:20

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN KITA, kamis (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube KemenkeuRI)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN KITA, kamis (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube KemenkeuRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan sejumlah alasan di balik realisasi defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sepanjang 2025 yang melebihi target. 

Defisit mencapai hingga Rp695,1 triliun atau 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Febrio Kacaribu mengatakan melonjaknya defisit tersebut tak lain disebabkan oleh realisasi penerimaan negara yang menurun tajam, salah satunya akibat pengalihan dividen BUMN ke Danantara.


"Lalu juga, kita menghadapi beberapa situasi di mana tadi dividen kita juga jadinya pindah ke Danantara," ujarnya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Kehadiran SWF yang resmi diluncurkan pada Februari 2025 lalu tersebut membuat dividen BUMN tak lagi masuk ke kas negara, yang pada akhirnya membuat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menurun.