Logo Bloomberg Technoz

Kemudian, pendapatan dari PBB ditarget mencapai Rp26,13 triliun, merosot dari target 2025 yang masih sebesar Rp27,11 triliun. 

Sementara itu, target pendapatan dari cukai dipatok sebesar Rp243,5 triliun, menyusut tipis dibandingkan target 2025 yang sebesar Rp244,5 triliun. Target berasal dari penerimaan cukai hasil tembakau, minuman mengandung etil alkohol (MMEA), dan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Sementara itu, pendapatan dari pajak lainnya ditarget sebesar Rp126,9 triliun. 

Lalu, target pendapatan dari pajak perdagangan internasional mencapai sebesar Rp92,46 triliun, tak berbeda dari tahun sebelumnya yang terdiri dari bea masuk sebesar Rp49,90 triliun dan bea keluar sebesar Rp42,56 triliun.

Di sisi lain, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) ditarget sebesar Rp459,1 triliun, naik sekitar 4 triliun dari usulan awal yang sebesar Rp455 triliun. Itu terdiri pendapatan sumber daya alam migas dan non migas sebesar Rp236,6 miliar.

Kemudian, pendapatan dari kekayaan negara yang dipisahkan sebesar Rp1,80 triliun; PNBP lainnya sebesar Rp122,4 miliar; dan pendapatan dari BLU sebesar Rp98,32 triliun.

Secara total, pemerintah mematok target anggaran pendapatan negara pada 2026 mencapai Rp3.153 triliun, naik 10% dari target 2025, dan lebih besar dari usulan awal pemerintah yang sebesar Rp3.147 triliun.

Kemudian, anggaran belanja negara 2026 direncanakan sebesar Rp3.842 triliun. Angka ini melonjak Rp315 triliun atau 8,9% dibanding target belanja negara pada 2025 yang sebesar Rp3.527 triliun. Nominal belanja negara juga lebih besar dibanding usulan awal pemerintah yang sebesar Rp3.786 triliun.

(lav)

No more pages